• Hari ini: April 03, 2025

MISKIN KARENA TIDAK MEMILIKI TUHAN

03 April, 2025
97

MISKIN KARENA TIDAK MEMILIKI TUHAN

(Yer 17:5-8; Mzm 1:1-2.3.4.6; 1Kor 15:12 16-20; Luk 6:17. 20-26)

RP. Frans Funan, SVD


"Berbahagialah kamu, jika kamu dibenci, dikucilkan, dan namamu dicela, serta ditolak demi Putra Manusia. Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya upahmu besar di Surga." (Luk 6:22.23a).

Milikilah Tuhan supaya jadi orang beriman yang kaya raya dalam iman. Ada damai, sukacita dan kebahagiaan dalam hidup di masa kini karena sudah  menginvestasi lebih dulu pahala yang bakal diperoleh melalui kerelaan dan ketulusan hati berbagi dengan sesama yang berkekurangan. Bukankah dalam Tuhan tiada perbedaan di antara kita?

Di mata Tuhan kita semua hidup bahagia dan terberkati. Hidup yang berbuah kelimpahan sukacita tampak dalam cara hidup ini:  dekat dengan Tuhan, ikut perintah Allah dan kejar yang baik dan singkirkan yang buruk. Konkritnya hidup bagi Tuhan dan mengabdi sesama dengan tulus hati yakni hidup saling menopang, saling support untuk maju dalam hal- hal positif, menaruh belas kasih dan perhatian istimewa kepada anak-anak terlantar, difabel, kaum lemah dan terpinggirkan. Banyak orang kaya harta duniawi hidup terberkati karena cara hidup yang penuh belas kasih kepada sesamanya yang miskin, lemah dan menderita.

Sabda Tuhan tidak hanya lemah lembut, tetapi juga keras demi penyadaran manusia dari kebebalannya, "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri; hatinya menjauh dari Tuhan." (Yer 17:5). Ketika manusia hidup mengandalkan diri sendiri ia berada dalam kondisi yang memprihatinkan seperti: kekeringan, penderitaan bahkan kematian. Saat ia dekat dan andalkan Tuhan ia seperti pohon di tepi air, mengalami kesejukan dan tidak khawatir dalam musim mana pun. "Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan!" (Yer 17:7).

Pemazmur bilang: "Orang yang berharap pada Allah seperti pohon yang ditanam di tepi aliran sungai, yang menghasilkan buah pada musimnya, daunnya tak pernah layu, dan apa saja yang diperbuatnya berhasil." (Mzm 1:3). Sikap iman yang benar penting untuk mengarahkan hidup pada tujuan yang benar pula. Prinsip iman kita: Kristus dibangkitkan dari antara orang mati. Jika Kristus tidak dibangkitkan sia-sialah iman kita. Kita menjadi orang beriman yang paling malang di bumi ini.

Karena itu, iman bahwa Kristus bangkit dari antara mati menjadi harga mati tanpa kompromi. Kita pun saat mati akan dibangkitkan untuk hidup abadi bersama Yesus Kristus dalam Kerajaan Allah. Orang miskin, kecil,  sakit dan menderita begitu berharga dan menjadi misi utama Yesus, maka kita pun hendaknya berbelas kasih, terlibat dan mau berbagi dengan sesama yang berkekurangan agar Tuhan Yesus bisa sebut kita sebagai yang berbahagia. Melalui Sabda Bahagia Yesus mengajar hal penting bagi kita tentang apa yang paling menyenangkan bagi Allah yang mesti kita lakukan.

Kita belajar menjadi kaya dengan memiliki Tuhan dan menaruh semua harapan kita pada-Nya. Sebab kita akan menjadi orang beriman yang miskin jika kehilangan Tuhan dalam hidup ini, hanya karena miskin hati yang tulus dan murni untuk Tuhan dan sesama kita. 

Selamat Hari Minggu. Tuhan berkatimu semua. (RP.FF. Arso Kota, Minggu Biasa VI/C, 160225).

Tag