• Hari ini: April 03, 2025

AKSI SOSIAL DAN EDUKASI DI MASJID JAMI'AL-MUHAJIRIN, MAHASISWA PERERAT PERSAUDARAAN MUSLIM DAN KATOLIK

03 April, 2025
106

KOLKITA-Kefamenanu, Tujuh mahasiswa STP St. Petrus Keuskupan Atambua dan dua pendamping, melakukan aksi sosial dan edukasi persaudaraan pada Hari Raya Idul Fitri 1446 sebagai bentuk Pengabdian kepada masyarakat (PKM) lintas iman, di Masjid Jami'Al-Muhajirin Kefamenanu di Jln. El Tari KM. 4 Kupang, Kel, Maubeli Kec. Kota Kefamenanu, Kab. TTU, pada hari Minggu (30/032025).

    Tujuh mahasiswa yang mengikuti kegiatan PkM lintas Iman di masjid Jami'Al-Muhajirin Kefamenanu, yakni Maria Erlince Koa, Angela Ravelina Bete, Oktaviana Rosari Nahak, Maria Domica Loe Usfinit, Maria Irene Ampolo, Maria Sensi Yerina Molo, Eduardus Nino. Tujuh mahasiswa tersebut didampingi dua orang biarawati yakni Sr. Maria Adika Feka SMG, Sr. Deviyani SSpS. 

    Aksi sosial dan edukasi ini mencakup diskusi lintas iman, pembersihan sekitar Masjid, menyiapkan makanan untuk umat muslim, menjaga keamanan lalu lintas yang didampingi oleh anggota TIMSAR-BANSER TTU dan Satpol PP.

    Kiai Muhamad Ismail Jajulin sebagai Imam Besar Masjid menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan ruang dialog antar umat Muslim dan semua masyarakat sebagai tanda persaudaraan untuk menciptakan keharmonisan tanpa memandang ras, suku, dan agama. 

    Lebih lanjut, beliau menyampaikan pesan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang bagi kita tetapi melalui kolaborasi dengan agama lain dapat memperkuat persaudaraan yang kuat. 

    Eduardus Nino, salah satu mahasiswa sekaligus Ketua Tim Mahasiswa yang baru saja pertama kali mengikuti kegiatan tersebut mengatakan, "Hari ini saya sangat senang karena bisa berdiskusi dengan umat Muslim walaupun baru pertama. Moment diskusi ini membuat saya percaya diri dan termotivasi bersama teman-teman. Kami berdiskusi hangat penuh persaudaraab dengan sesama umat muslim." 

    Untuk diketahui, kegiatan ini diadakan setiap tahun sekaligus sebagai salah satu persyaratan untuk memenuhi nilai mata kuliah Dialog Intra Religius. Program ini mendapat dukungan penuh dari Ketua STP St. Petrus Keuskupan Atambua dan para dosen sebagai wujud toleransi antar umat beragama dan kerjasama lintas iman di kalangan generasi muda.(WN)