
AKSARA PADA PERSIMPANGAN
Oleh: Ona Kobo
Seorang hawa menggigil mengigit jari
Sebab ia kuyup oleh ingatannya sendiri
Ia menulis sajak pilu
Kenangan membekas dan menua bagai tanah purba
Lalu, pada musim semi di hati
Ia mengenang kenangan sesuai gerimis pada mata
Berapa kali ia ingin menjadi angin?
Yang tidak bisa menua
Namun tetap menua dan menuai dalam kesunyian
Pada sepertiga malam
Tertoreh sajak pada lembar kertas kusam
Sajak dan jejak pedih, berkali menghapusnya
Hawa masih terdiam dalam ribuan kata
Tak berkutik diterjang gulana
Wahai hawa, pada persimpangan
Selami sajak ini, jika kau tersesat
Pada hati yang sedalam lautan
Agar sunyimu yang mencengkram menjadi unggun
Tag
Berita Terkait

Tag
Arsip
Kue Pelangi Menakjubkan Terbaik
Final Piala Dunia 2022
Berita Populer & Terbaru





Jajak Pendapat Online
Apakah informasi berita yang kami muat sudah bagus menurut anda
