KOLKITA-SUARAN, Puluhan umat Lingkungan Santa Theresa, Stasi Bunda Hati Kudus Suaran, mengikuti doa Rosario dan katekese pastoral pada Selasa (27/10/2026), pukul 19.00 WITA. Kegiatan dalam rangka Bulan Rosario ini bertujuan memperdalam iman sekaligus mempererat persaudaraan antarumat.
Kegiatan
dipimpin Agustinus Tarano Sasi, mahasiswa praktikan Sekolah Tinggi Pastoral
(STP) Santo Petrus Keuskupan Atambua yang sedang melaksanakan praktik pastoral
dan pendidikan agama Katolik di Stasi Bunda Hati Kudus Suaran serta SMP Negeri
6 Sambaliung.
Doa
Rosario diawali dengan nyanyian Maria, dilanjutkan pendarasan Rosario dan
penyampaian intensi doa. Anak-anak dan Orang Muda Katolik (OMK) turut mengambil
bagian sebagai pemimpin doa, petugas lagu, dan pembawa intensi.
Usai
Rosario, umat mengikuti katekese dan diskusi mengenai liturgi, tata cara
peribadatan, serta pelayanan pastoral sehari-hari.
Ketua
Lingkungan Santa Theresa, Emerensiana Fatima Rambung, mengapresiasi
keterlibatan umat dalam doa Rosario yang dilaksanakan secara bergilir dari
rumah ke rumah.
Menurutnya,
kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan sarana
memelihara iman dan memperkuat persaudaraan. Ia juga berharap kehadiran
mahasiswa praktikan dapat menginspirasi anak-anak dan kaum muda untuk menjadi
katekis atau guru agama Katolik.
Sementara
itu, Agustinus Tarano Sasi mengaku memperoleh pengalaman berharga melalui
keterlibatannya dalam kehidupan umat.
“Keterbukaan
dan antusiasme umat di sini menunjukkan betapa hidupnya iman Gereja di tingkat
lingkungan,” ungkapnya.
Tokoh
umat Hendrikus Kia Tapun menilai perpaduan Rosario dan katekese membantu
keluarga memperdalam pemahaman liturgi sekaligus menjaga kerukunan di tengah
kesibukan pekerjaan sehari-hari.
Apresiasi
serupa disampaikan perwakilan OMK, Rachel Familya Permai. Menurutnya,
kesempatan memimpin doa dan mengikuti diskusi membuat kaum muda merasa dihargai
serta semakin menyadari tanggung jawab mereka dalam pelayanan Gereja.
Juanita Mastika Elmina, perwakilan anak-anak, juga mengungkapkan kegembiraannya karena dipercaya membawakan intensi doa dalam Rosario.
Melalui kegiatan ini, umat Lingkungan Sta. Theresia berupaya menjadikan doa Rosario bukan hanya sebagai tradisi devosional selama bulan Oktober, tetapi juga sebagai ruang pembinaan iman, partisipasi generasi muda dan penguatan persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari. (ATAS)