Monday, 02 November 2026 kolkita79@gmail.com
TERKINI
KASIH TAK BERKUBUR

KASIH TAK BERKUBUR

    Yesus berkata, “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku.” Memberikan. Yesus memandang manusia sebagai pemberian Bapa kepada-Nya. Hidup manusia bukan sekadar perjalanan menuju kematian melainkan anugerah yang dipanggil menuju kehidupan kekal.

    Pandangan ini mengubah cara kita menghadapi kehilangan. Ketika seseorang meninggal, kita merasa ada bagian dari hidup yang ikut pergi. Rumah terasa sepi. Kursi tetap ada, tetapi orang yang biasa mendudukinya tidak lagi kembali. Injil mengingatkan bahwa orang yang kita cintai bukanlah milik kita untuk selamanya. Mereka adalah anugerah Tuhan yang pernah dipercayakan kepada kita. Kini, dengan iman, kita menyerahkan mereka kepada kerahiman-Nya.

    Bacaan pertama memperlihatkan Yudas Makabe yang mengumpulkan persembahan untuk mendoakan mereka yang telah gugur. Ia percaya akan kebangkitan. Doa bagi orang meninggal adalah kasih yang tetap bekerja ketika tangan kita tidak lagi mampu menjangkau mereka. Kita tidak dapat mengubah masa lalu, tetapi masih dapat memohonkan belas kasih Allah bagi mereka.

    Hari ini kita datang ke makam, membawa bunga, menyalakan lilin dan berdoa. Bahkan ada yang duduk dan makan bersama keluarga di atas pusara. Mengapa kita sering begitu sungguh menghormati seseorang setelah meninggal tetapi kurang menghargainya ketika masih hidup?

    Kita mampu menyediakan waktu untuk banyak urusan tetapi sering menunda mengunjungi orang tua. Kita mudah mengirim pesan kepada banyak orang tetapi lupa menanyakan kabar keluarga. Kita rela mengeluarkan biaya besar untuk mengenang yang telah pergi tetapi kadang sulit menyediakan sedikit perhatian bagi mereka yang masih bersama kita.

    Kematian mengajarkan bahwa waktu tidak dapat diputar kembali. Kasih yang terus ditunda dapat berubah menjadi penyesalan yang tak mampu diperbaiki.

2 November, lonceng peringatan. Peringatan hari ini bukan hanya mengajak kita mendoakan orang yang telah meninggal tetapi juga memperbarui cara kita mengasihi mereka yang masih hidup. Kunjungilah orang tua selagi mereka dapat menyambutmu. Berdamailah sebelum perpisahan datang. Ucapkan terima kasih ketika seseorang masih dapat mendengarnya. Jangan menunggu kehilangan untuk menyadari betapa berharganya kehadiran.

    Yesus menjanjikan kehidupan kekal dan kebangkitan bagi mereka yang percaya kepada-Nya. Inilah dasar pengharapan kita. Kubur menandai batas kehidupan duniawi tetapi bukan batas kuasa keselamatan Kristus. Kita menyerahkan mereka yang telah meninggal kepada kerahiman Allah dengan penuh harapan.

    Hari ini bawalah pulang dua hal yakni doa bagi mereka yang telah pergi dan kasih yang lebih nyata bagi mereka yang masih ada. Sebab, penghormatan terindah kepada orang yang telah meninggal bukan hanya bunga yang kita letakkan di makamnya, melainkan kasih yang kita teruskan dalam kehidupan. Amin.

***Renungan 2 Nov. 2026, 2Mak 12:43-46; Yoh 6:37-40, Hutan Keramat, KU