Saturday, 24 October 2026 kolkita79@gmail.com
TERKINI
KESEMPATAN

KESEMPATAN

KESEMPATAN

Luk 13:1–9


    Satu kata yang menyentuh kedalaman Injil hari ini ialah kesempatan. Ketika orang banyak membicarakan kematian tragis sejumlah orang Galilea dan korban runtuhnya menara Siloam, Yesus menolak anggapan bahwa mereka lebih berdosa daripada orang lain. Sebaliknya, Yesus mengajak setiap orang untuk bertobat.  Lalu, melalui perumpamaan pohon ara yang tidak berbuah, Yesus memperlihatkan seorang pengurus kebun yang memohon, “Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi” (Luk. 13:8). 

    Kalimat sederhana ini menyimpan pesan yang menggugah yakni Allah masih memberi waktu, bukan karena hidup kita sudah baik, melainkan karena kita masih dapat menjadi lebih baik. 

    Betapa sering kita menyia-nyiakan kesempatan. Kita menunda meminta maaf karena gengsi. Menunda berubah karena merasa masih muda. Menunda berbuat baik karena menganggap hari esok selalu tersedia. 

    Padahal waktu adalah anugerah, bukan jaminan. Setiap hari yang Tuhan berikan adalah kesempatan untuk memperbaiki yang keliru, memulihkan yang terluka dan menumbuhkan kasih yang belum berbuah. Kesabaran Tuhan bukan alasan untuk menunda-nunda, melainkan undangan untuk segera memulainya. 

    Karena itu, jangan hanya bersyukur karena masih diberi umur. Bersyukurlah dengan menjadikan umur itu, bermakna. 

    Sebab, hidup tidak menjadi berharga hanya karena kita masih diberi waktu, tetapi karena kita berani mengubah waktu menjadi kesempatan untuk berbuah, berbuah banyak, sampai akhirnya berbagi dan menjadi berkat bagi orang lain. Bukan jadi beban bagi orang lain.