Thursday, 22 October 2026 kolkita79@gmail.com
TERKINI
DONATUR GUA MARIA: MERAWAT ANUGERAH TUHAN

DONATUR GUA MARIA: MERAWAT ANUGERAH TUHAN

KOLKITA-Kefamenanu, Di balik berdirinya Gua Santa Maria Fatima, tersimpan kisah keraguan yang berubah menjadi panggilan iman. Dua donatur asal Atambua, Vincent Sudjatno dan Imelda Lasakar, mengungkapkan pengalaman tersebut saat peresmian gua di Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Santo Petrus Keuskupan Atambua, Kefamenanu, Jumat (16/10/2026).

    Imelda mengaku sempat ragu menerima tanggung jawab membantu pembangunan gua. Meski memiliki kemampuan secara ekonomi, ia menyadari bahwa pekerjaan tersebut membutuhkan kesiapan hati dan keteguhan iman.

    “Awalnya saya ragu karena biasanya kalau dapat tanggung jawab itu yang berhubungan dengan proyek bangunan. Tapi ini seperti sebuah anugerah Tuhan yang sangat hebat untuk kami,” ungkapnya.

    Keraguan itu akhirnya berubah menjadi sukacita. Bersama Vincent, Imelda bersyukur dapat mengambil bagian dalam menghadirkan tempat doa bagi warga kampus.

    Keduanya juga mengapresiasi perkembangan STP Santo Petrus, terutama dedikasi para dosen, keteraturan kegiatan kampus, serta kepercayaan menjadi tuan rumah PERPETAKI VII.

    “Kami sangat bangga dengan seluruh pendidik yang ada di sini,” tutur keduanya.

    Bagi kedua donatur, selesainya pembangunan gua bukanlah akhir dari tanggung jawab. Mereka berharap seluruh warga kampus menjadikannya sebagai ruang doa yang hidup sekaligus merawatnya dengan penuh kepedulian.

    “Jagalah, rawatlah gua ini seperti engkau merawat dirimu,” pesan keduanya.

    Vincent secara khusus mengajak mahasiswa dan seluruh warga kampus untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa dan devosi kepada Bunda Maria.

    “Jangan ragu-ragu untuk datang kepada Bunda karena dialah sang perantara doa kita kepada Anak-Nya di surga,” ujarnya.

    Ia menutup pesannya dengan sebuah refleksi tentang pentingnya memelihara hubungan pribadi dengan Tuhan.

    “Tuhan jauh karena kita juga jauh dari-Nya,” katanya.

    Bagi Vincent dan Imelda, Gua Santa Maria Fatima bukan sekadar bangunan yang telah selesai dikerjakan. Gua tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus warisan rohani yang perlu dijaga bersama. Di balik batu-batu yang tersusun, tersimpan kisah tentang keraguan yang berubah menjadi keberanian, bantuan yang menjadi pelayanan dan iman yang menemukan wujudnya dalam tindakan. (CB)